Rabu, 18 Februari 2009

PEMANFAATAN INTERNET SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN

PEMANFAATAN INTERNET SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN

Perkembangan
teknologi informasi saat ini telah menjalar dan memasuki setiap dimensi
aspek kehidupan manusia. Teknolgi informasi saat ini memainkan peran
yang besar didalam kegiatan bisnis, perubahan sturktur organisasi, dan
mannajemen organisasi. Dilain pihak, teknologi informasi juga
memberikan peranan yang besar dalam pengembangan keilmuan dan menjadi
sarana utama dalam suatu institusi akademik. Mengutip apa yang
dikatakan kadir (2003), secara garis besar, teknologi informasi
memiliki peranan : 1) dapat menggantikan peran manusia, dalam hal ini
dapat melakukan otomasi terhadap tugas atau proses; 2) memperkuat peran
manusia, yakni dengan menyajikan informasi terhadap suatu tugas dan
proses; 3) berperan dalam restrukturissi terhadap peran manusia, dalam
melakukan perubahan-perubahan terhadap kumpulan tugas dan proses.
Berdasarkan pemahaman diatas, maka kehadiran teknologi informasi telah
memberikan kekuatan dan merupakan potensi besar jikalau dimanfaatkan
dengan baik.
Mengacu
pada paparan diatas, tentunya peranan teknologi informasi terkhususnya
internet tidak dapat disangkal dan telah memberikan kontribusi yang
besar. Roy suryo (2005), telah memberikan gambaran kepada kita
bagaimana teknologi informasi telah memainkan peranan yang penting
dalam suatu komunikasi informasi. Dimana pada tahun 50-an media
komunikasi yang dipakai adalah jam dan kura-kura, pada tahun 50-an s.d
70-an, media yang dipergunakan adalah surat dan teleks, 70-an s.d 90-an
media yang dipergunakan adalah telephon dan faks, dan pada tahun 90-an
sampai sekarang, maka media yang dipergunakan adalah ponsel (HP), PC
(komputer), dan internet.

Sumber : Suryo (2005)
Berdasarkan
data statistic Indonesia, terlihat bahwa terkhususnya di Indonesia,
terdapat 11,5 juta orang yang melakukan akses internet atau 5,2% dari
total penduduk Indonesia. Hal ini memberikan gambaran kepada kita bahwa
pertumbuhan pengguna internet di seluruh Indonesia berkembangan sangat
pesat dan sudah menjadi suatu kebutuhan utama bagi setiap orang.

Sumber : Suryo (2005)
Berdasarkan
statistic dunia, pada saat ini, Indonesia masih memiliki prosentasi
penduduk yang cukup rendah dalam penggunaan internet. Hal ini
disebabkan karena keterbatasan sumberdaya yang ada dan ketersediaan
perangkat pendukungnya. Guna lebih rinci maka dapat dilihat dalam
gambar dibawah ini.

Sumber : Suryo (2005)
Terkhusus
untuk Negara-negara ASEAN, Indonesia masih berada dibawah Singapura,
Philiphina, Malaysia, dan Thailand. Hal ini di sebabkan karena
Indonesia merupakan Negara yang memiliki populasi penduduk terbesar dan
merupakan Negara kepulauan serta memiliki pendapatan perkapita yang
masih rendah.

Keuntungan dan Kerugian Internet



Berdasarkan
paparan diatas, terlihat bagi kita bahwa teknologi iformasi, khususnya
internet memiliki peranan yang sangat penting dalam setiap dimensi
pendidikan. Internet memberikan kontribusi yang sangat besar didalam
membantu setiap dimensi yang ada untuk selalu mendapatkan informasi
yang up to date. Jaringan internet merupakan salah satu jenis jaringan
yang popular dimanfaatkan, karena internet merupakan teknologi
informasi yang mampu menghubungan komputer di seluruh dunia, sehingga
memungkinkan informasi dari berbagai jenis dan bentuk informasi dapat
dipakai secara bersama-sama. Demikian juga dalam dunia pendidikan,
berkat adanya jaringan internet, maka dapat membantu setiap penyedia
jasa pendidikan untuk selalu mendapat informasi-informasi yang terkini
dan sesuai dengan kebutuhan.
Pemanfaatan
internet pada saat ini masih berada pada level perguruan tinggi, dan
itupun belum merata. Sedangkan pada level SD sampai dengan SMU/SMK,
pemanfaatan internet masih sangat minim dan terbatas pada daerah
perkotaan yang sudah memiliki jaringan atau koneksi internet. Dilain
pihak dalam dunia pendidikan, diperhadapkan pada kendala bahwa metode
pembelajaran konvensional yang diterapkan saat ini sudah tidak memenuhi
kebutuhan dunia pendidikan yang ada.
Asep
Saepudin (2003), menyatakan bahwa pada jenjang dan jalur pendidikan
lain di mana proses belajarnya relatif masih konvensional (tatap muka),
yang sesungguhnya sudah tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan pendidikan
untuk masyarakat yang semakin kompleks, memerlukan inovasi dan media
yang mampu menangulanginya. Penulis berasumsi bahwa, dengan
diselenggarakannya program pendidikan jarak jauh seperti Program
Belajar Paket A dan Paket B, SMP Terbuka yang didirikan pada tahun
1979, Universitas Terbuka sejak tahun 1984, serta pendidikan guru
tertulis pada tahun 1955, dan program pendidikan dan pelatihan jarak
jauh di berbagai departemen (A.P. Hardhono, 1997), termasuk usaha
menuntaskan program Wajar 9 tahun dengan memakai sistem pendidikan
jarak jauh, adalah fakta bahwa pendidikan konvensional (tatap muka) tak
mampu lagi memenuhi kebutuhan pendidikan masyarakat hampir di semua
jenis dan jenjang. Keterbatasan ini dikarenakan oleh beberapa kendala,
di antaranya. Pertama, kendala dari pihak pemerintah
yaitu terbatasnya dana untuk menambah lahan, gaji tenaga pengajar,
serta terbatasnya sumber daya manusia yang akan menjadi pengajar pada
institusi yang akan dibangun. Kedua, kendala dari
pihak peserta belajar (masyarakat) itu sendiri yaitu, selain jauhnya
jarak tempat tinggal dengan pusat sekolah, juga sebagian besar di
antara mereka telah bekerja. Berdasarkan pernyataan diatas, maka
nampaklah bagi kita bahwa metode yang ada saat ini tidak lagi menjamin
untuk menghasilkan kualitas sumberdaya manusia dalam dunia pendidikan.
Hal ini menyebabkan perkembangan pendidikan yang ada sat ini cenderung
tertinggal dibandingkan dengan Negara lainnya.
Guna
menjembatani ketimpangan dan kelemahan diatas, maka kehadiran teknologi
informasi, terkhususnya internet sangat penting dan mutlak dalam
memenuhi kebutuhan dalam dunia pendidikan. Oleh karena itu, Asep
Saepudin (2005) menyatakan beberapa manfaat kehadiran teknologi
informasi terkhususnya internet: Pertama, hampir
dapat dipastikan bahwa setiap kantor telah memiliki dan menggunakan
komputer. Demikian juga pada setiap keluarga, terutama diperkotaan
komputer sudah menjadi fasilitas biasa dan dapat dioperasikan oleh
hampir semua anggota keluarga. Jumlah keluarga yang mempunyai komputer
menunjukan peningkatan sebagai hasil kemajuan dari perkembangan
ekonomi. Ini berarti bahwa jumlah masyarakat yang mempunyai akses
terhadap komputer meningkat dari waktu ke waktu. Oleh karena itu,
program pendidikan berbasis komputer dapat dikembangkan untuk kelompok
(masyarakat) ini. Kedua, proses penyampain materi
ajar yang akan ditransformasikan kepada peserta belajar dapat lebih
efektif dan efisien, karena di Indonesia sudah banyaknya dibuat
software pendidikan oleh para pakar komputer, walaupun tergolong pada
fase "early stage" dan bersifat sporadis dan belum terkoordinir dengan
baik. Saat ini sudah banyak software pendidikan yang bermutu tinggi,
namun biasanya software tersebut adalah buatan luar negeri sehingga
muncul kendala baru yaitu masalah bahasa inggris.
Beberapa
contoh software pendidikan yang dikenal diantaranya: computer assisted
instruction (CAI), yang umumnya software ini sangat baik untuk
keperluan remedial. intelligent computer assited instructional (ICAL),
dapat digunakan untuk material tau konsep. Computer assisted training
(CAT), computer assisted design (CAD), computer assisted media (CAM),
dan lain-lain.
Berdasarkan
pemahaman diatas, nampaklah bagi kita bahwa kehadiran internet dalam
dimensi pendidikan merupakan suatu hal yang mutlak, dan sudah merupakan
kebutuhan. Sebagai suatu kebutuhan, maka kehadiran internet pada
dasarnya sangat membantu dunia pendidikan untuk mengembangkan situasi
belajar mengajar yang lebih kondusif dan interaktif. Dimana para
peserta didik tidak lagi diperhadapkan dengan situasi yang lebih
konvensional, namun mereka akan sangat terbantu dengan adanya metode
pembelajaran yang lebih menekankan pada aspek pemakaian lingkungan
sebagai sarana belajar. Oleh karena itu, Elangoan, 1999, Soekartawi,
2002; Mulvihil, 1997; Utarini, 1997, dalam soekartawi (2003),
menyatakan bahwa internet pada dasarnya memberikan manfaat antara lain:
1) Tersedianya fasilitas e-moderating di mana guru dan siswa dapat
berkomunikasi secara mudah melalui fasilitas internet secara regular
atau kapan saja kegiatan berkomunikasi itu dilakukan dengan tanpa
dibatasi oleh jarak, tempat dan waktu. 2) Guru dan siswa dapat
menggunakan bahan ajar atau petunjuk belajar yang terstruktur dan
terjadual melalui internet, sehingga keduanya bisa saling menilai
sampai berapa jauh bahan ajar dipelajari; 3) Siswa dapat belajar atau
me-review bahan ajar setiap saat dan di mana saja kalau diperlukan
mengingat bahan ajar tersimpan di komputer. 4) Bila siswa memerlukan
tambahan informasi yang berkaitan dengan bahan yang dipelajarinya, ia
dapat melakukan akses di internet secara lebih mudah. 5) Baik guru
maupun siswa dapat melakukan diskusi melalui internet yang dapat
diikuti dengan jumlah peserta yang banyak, sehingga menambah ilmu
pengetahuan dan wawasan yang lebih luas. 6) Berubahnya peran siswa dari
yang biasanya pasif menjadi aktif; 7) Relatif lebih efisien. Misalnya
bagi mereka yang tinggal jauh dari perguruan tinggi atau sekolah
konvensional, bagi mereka yang sibuk bekerja, bagi mereka yang bertugas
di kapal, di luar negeri, dsb-nya.
Berdasarkan
hal tersebut, maka ada beberapa keuntungan jikalau kita menggunakan
internet sebagai media pembelajaran dalam pendidikan:


Frekuensi
tatap muka bukan lagi menjadi suatu kebutuhan yang mutlak, namun hal
ini busa diakali dengan penyediaan bahan-bahan pengajaran yang dapat
langsung diakses melalui internet

Para peserta didik dapat langsung mendapatkan bahan-bahan yang selalu up- to date.

Para peserta didik dapat memperkaya bahan-bahan yang ada dengan melakukan pencaharian di internet.


Manfaat
internet pada dasarnya tidak terlepas dari kekurangan-kekurangan yang
ada. Hal ini sangat tergantung pada institusi pendidikan, apalagi
jikalau metode ini dipergunakan maka akan berimplikasi pada : 1)
ketersediaan sarana pendukung yang harus menunjang; 2) ketersediaan
jaringan internet yang memadai; 3) serta perlu pula didukung oleh
tingkat kecepatan yang memadai.
Dilain
pihak, Bullen, (2001), Beam, (1997), dalam Soekartawi (2003),
menyatakan bahwa kelemahan penggunaan internet adalah : 1) Kurangnya
interaksi antara guru dan siswa atau bahkan antar siswa itu sendiri.
Kurangnya interaksi ini bisa memperlambat terbentuknya values dalam
proses belajar dan mengajar; 2) Kecenderungan mengabaikan aspek
akademik atau aspek sosial dan sebaliknya mendorong tumbuhnya aspek
bisnis/komersial; 3) Proses belajar dan mengajarnya cenderung ke arah
pelatihan daripada pendidikan; 4) Berubahnya peran guru dari yang
semula menguasai teknik pembelajaran konvensional, kini juga dituntut
mengetahui teknik pembelajaran yang menggunakan ICT; 5) Siswa yang
tidak mempunyai motivasi belajar yang tinggi cenderung gagal; 6) Tidak
semua tempat tersedia fasilitas internet (mungkin hal ini berkaitan
dengan masalah tersedianya listrik, telepon ataupun komputer); 7)
Kurangnya tenaga yang mengetahui dan memiliki ketrampilan soal-soal
internet; dan Kurangnya penguasaan bahasa komputer.
Berdasarkan
pemahaman diatas, maka nampaklah bagi kita bahwa internet pada dasarnya
memiliki peranan yangcukup besar dan sangat penting dalam pengembangan
pendidikan. Namun hal ini juga perlu ditunjang oleh ketersediaan
sarana-prasarana yang mendukung, serta kesiapan pendidikan dan peserta
didik untuk beradaptasi dengan teknologi internet.

PEMANFAATAN INTERNET SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Eco Calculator

Find Location

Shout

Shout!

World Clock

Yinni Edu-Tech Girl

Yahoo! Avatars

My Blog List

Followers


Labels

Pools